
Sejarah awal cosplay di Jepang
Cosplay ini merupakan sebuah kebiasaan yang mulanya digunakan sebagai ajang entertainment dan disebut juga sebagai pesta topeng. Pesta topeng sering diselenggarakan ketika hari Paskah atau Halloween. Cosplay sendiri mulai masuk di Jepang tahun 70-an melalui sebuah pagelaran busana mengenai kostum-kostum unik di wilayah Ashinoko. Pesta topeng tersebut bertajuk Nihon SF Taikai ke-17.
Ada sebuah hal lucu yang sebenarnya berawal dari kesalahpahaman namun justru dianggap sebagai tonggak sejarah cosplay di Jepang. Saat Nihon SF Taikai berlangsung, Mari Kotani, seorang kritikus dibidang science fiction, berdandan sebagai karakter sebuah cerita karya Edgar Rice Burroughs yang judulnya A Fighting Man of Mars, tetapi karena kurangnya wawasan akan cerita luar negeri, orang-orang Jepang yang hadir pada saat itu menyebut Mari Kotani memakai kostum manga Triton Off The Sea karya Osamu Tezuka. Sejak saat itu, karakter tersebut dianggap sebagai cosplay paling pertama di Jepang.
Setelah acara selesai, Jepang berinisiatif membuat acara rutin untuk kontes cosplay. Penyelenggara pertama kontes cosplay pada tahun 1980 adalah Nihon S Taikai. Kontes cosplay pertama tersebut dihadiri kebanyakan penggemar, anime, manga sampai genre science fiction. Di tahun 1980, berita dari majalah Fanroad menyebutkan jika ada geng cosplayer pertama yang berdandan sebagai Gundam di kawasan Harajuku. Geng tersebut bernama Tominoko-zoku. Pada kenyataannya berita itu hanyalah sekadar pencarian sensasi belaka namun memberikan sumbangsih terhadap mulai dikenalnya istilah cosplay di tengah masyarakat Jepang.
Barulah di sekitar tahun 1986, aktivitas cosplayer ini semakin sering terlihat dan lebih populer karena dokumentasinya mulai menyebar lewat foto-foto amatir.
Perkembangan cosplay di Indoensia
Meskipun anime dan manga sudah lebih dulu populer di Indonesia sejak tahun 80 dan 90-an, cosplay masih menjadi hal asing di Indonesia. Cosplay mulai dilirik di awal tahun 2000 setelah Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan event yang bertajuk Gelar Jepang UI dengan event cosplay dan pada saat itupun peminat cosplay masih sangat minim.

Lalu merebaknya fashion ala Jepang yang dikenal Harajuku Style turut mendorong para anak muda mulai berdandan ala cosplay hingga makin terkenal dan memiliki banyak komunitas dibanyak kota besar. Sekarang sudah mudah sekali ditemui lomba cosplay di Jakarta, Bandung atau Surabaya.









No comments:
Post a Comment