Sunday, March 25, 2018

LarisQQ - Mengulik cerita di balik kimono

LarisQQ - Selain terkenal dengan bunga sakura, sushi dan kuil-kuilnya nan indah, Jepang juga identik dengan kimono. Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Wujudnya yang unik, membuat orang langsung mengenali saat melihatnya.

Secara harfiah, kimono berarti pakaian atau sesuatu yang dipakai. Pada saat ini, kimono merujuk pada pakaian panjang mirip jubah berkerah yang berbahan dasar kain, potongan modelnya berbentuk huruf T.


Kimono begitu populer di Jepang karena sifatnya yang serbaguna. Kimono dapat dengan mudah dipakai berlapis, ditambah atau dikurangi sesuai cuaca dan musim. Biasanya kimono dengan bahan sutra berat bisa dipakai pada musim gugur dan musim dingin, sementara bahan katun atau bahan ringan lainnya bisa dipakai saat musim panas.

Aturan menggunakan kimono yang umum adalah kerah depan bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Untuk mengikat kimono, gunakan obi atau sabuk dari kain di bagian perut atau pinggang. Selain itu, saat memakai kimono, alas kaki yang disarankan adalah zori atau geta, yaitu sandal yang terbuat dari kayu.

LarisQQ - Klik Disini !!!

Sebelum dikenal sebagai kimono, jubah khas Jepang dikenal dengan nama kosode (baju lengan pendek) dan osode (baju lengan panjang). Lama kelamaan, kosode menggantikan osode sebagai pakaian utama yang dikenakan oleh orang kaya dan berkuasa. Sampai pada akhirnya, busana ini dapat dipakai laki-laki dan perempuan dari semua kelas.


Sejak zaman Kamakura (1185-1333), kimono telah menjadi pilihan busana sehari-hari. Kimono pun mulai dikombinasikan dengan warna-warna berdasarkan musim, jenis kelamin, bahkan ada hubungannya dengan politik dan keluarga. Seni pembuatan kimono pun tumbuh menjadi kerajinan khusus pada zaman Edo (1603-1868). Saat itu, kimono jadi warisan turun temurun dalam sebuah keluarga.

Saat ini, orang Jepang jarang memakai kimono dalam kehidupan sehari-hari. Kimono biasanya dikenakan dalam acara-acara seperti pernikahan, pemakaman, upacara minum teh, atau acara khusus lain, seperti festival musim panas.

Meski terlihat serupa, sebenarnya ada beberapa jenis kimono, yaitu:


1.Furisode: Kimono yang dikenakan oleh perempuan yang belum menikah dengan ciri khas tangan panjang yang jatuh serta motif penuh.
2.Komon: Komon bisa dipakai perempuan yang sudah menikah maupun belum. Kimono berbahan sutra ini memiliki pola yang mencakup seluruh kimono tapi tanpa arah atau tata letak tertentu.
3.Tomesode: Kimono ini dipakai untuk perempuan yang sudah menikah dan merupakan jenis paling formal. Tomesode berwarna hitam disebut kurotomesode dan yang berwarna lain disebut irotomesode.
4.Susohiki/Hikizuri: Jenis ini biasa digunakan oleh para geisha dan penari tradisional Jepang. Perbedaan lainnya adalah lebih panjang sampai menjuntai ke lantai.
5.Odori Katamigawari: Kimononya para penari tradisional Jepang.
6.Iromuji: kimono polos dengan hanya satu warna penuh yang bisa digunakan perempuan menikah atau pun belum menikah.

LarisQQ - Situs Domino QQ Judi Poker Online Terbaik Dan Terpercaya Indonesia

7.Mofuku: kimono untuk berkabung, bisa digunakan laki-laki dan perempuan. Mofuku terbuat dari sutra hitam polos yang menggambarkan rasa duka mendalam.
8.Yukata: Yutaka dipakai saat festival musim panas berlangsung. Ciri khas yukata adalah warna-warnanya yang lebih cerah. Yukata juga lebih murah dan mudah pemeliharaannya.
9.Houmongi: Tipe ini memiliki motif pada ujung lengan atau bagian atas. Houmongi lebih kasual dibandingkan tomesode namun lebih formal daripada komon.
10.Uchikake: Digunakan untuk pengantin atau kebutuhan panggung. Uchikake biasanya berwarna putih keseluruhan atau sangat warna-warni dengan merah sebagai dasarnya.


No comments:

Post a Comment